KHFF 2026 Tafsirkan Warisan Kotabaru lewat Film dan Becak Listrik
YOGYAKARTA – Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) 2026 resmi dibuka di Pasar Terban, Kota Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Festival yang berlangsung hingga Sabtu (19/9/2026) itu menghadirkan film sebagai medium untuk membaca kembali warisan budaya secara kritis sekaligus menghidupkan ruang-ruang bersejarah di tengah masyarakat.
KHFF 2026 dibuka Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan. Menurut Wawan, festival tersebut menawarkan cara yang relevan dengan perkembangan zaman dalam memperkenalkan warisan budaya, terutama kepada generasi muda.
Salah satu program unggulan yang dihadirkan adalah Becak Drive-In Cinema. Melalui program ini, penonton terlebih dahulu diajak menyusuri kawasan Kotabaru dan Terban menggunakan becak listrik. Setelah berkeliling, mereka kembali ke Pasar Terban untuk menyaksikan film dengan tetap duduk di atas becak.
“Biasanya orang datang ke bioskop, duduk di kursi, lalu menonton layar. Di sini kursinya becak. Bahkan sebelum menonton, becak membawa kita lebih dulu menikmati kota, terutama kawasan Kotabaru dan Kelurahan Terban ini,” kata Wawan.
Ia menilai konsep tersebut memiliki karakter kuat yang merepresentasikan identitas Yogyakarta. Becak sebagai kendaraan khas kota dipertemukan dengan teknologi listrik, film, kreativitas generasi muda, dan kawasan cagar budaya.
Perpaduan itu dinilai menjadi contoh penerapan konsep living heritage atau warisan budaya yang tetap hidup dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya.
Pemilihan Pasar Terban sebagai lokasi festival juga memiliki arti penting. Pasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat kegiatan ekonomi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan warga yang menyimpan beragam cerita dan ingatan tentang kehidupan kota.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti menjelaskan, KHFF 2026 mengusung tema “Menafsir Ulang Warisan: Film sebagai Ruang Kritik dan Negosiasi Budaya”. Tema tersebut mengajak masyarakat memandang warisan budaya secara kontekstual, kritis, dan inklusif.
Festival tahun ini dipusatkan di Pasar Terban dan Pusat Desain Industri Nasional (PDIN). Sebanyak 184 film tercatat mengikuti proses pendaftaran, jumlah tertinggi selama empat tahun penyelenggaraan KHFF.
Menurut Yetti, tingginya jumlah karya menunjukkan sejarah, identitas, dan kehidupan masyarakat masih menjadi sumber cerita yang kaya bagi sineas muda ketika disediakan ruang serta pendekatan yang tepat.

RIPPARKOT 2026–2045 Disusun, Pemkot Yogyakarta Selaraskan Program Pariwisata Lintas Sektor
Bali Tech Week 2026 Perkuat Kolaborasi Pemerintah, Industri, dan Perguruan Tinggi
KPK Pelajari Digitalisasi Pemkot Yogyakarta untuk Pengembangan Pusat Data dan Analitik
AI Perluas Peran Teknologi dalam Pembinaan Atlet dan Analisis Pertandingan
ISS 2026 Catat Perputaran Ekonomi Lebih dari Rp17 Miliar dan Lima Kesepakatan Bisnis
Membaca OTT Bupati Klaten di Media Sosial: Ujian bagi Kepercayaan Publik