KOTA YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong penerapan sistem digital di Puskesmas untuk mempercepat pelayanan dan memperbaiki pengelolaan data kesehatan. Dalam penerapannya, keamanan serta kerahasiaan data pasien menjadi perhatian utama.
Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori menyampaikan hal itu saat membuka sosialisasi digitalisasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Auditorium DPMPTSP Kota Yogyakarta, Selasa (22/9/2026). Menurutnya, teknologi informasi kini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan mutu pelayanan publik.
“Transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk pelayanan kesehatan,” kata Budi.
Ia mengatakan, sistem yang terintegrasi dapat membantu Puskesmas melayani pasien dengan lebih cepat dan efisien. Data yang tercatat secara akurat dan tepat waktu juga diperlukan pemerintah untuk menyusun perencanaan, memantau layanan, serta mengevaluasi kebijakan kesehatan.
Namun, manfaat tersebut harus diikuti tata kelola data yang bertanggung jawab. Budi meminta petugas memahami batas kewenangan akses, menjaga keamanan akun, dan mematuhi ketentuan pengelolaan rekam medis.
“Keamanan dan kerahasiaan data pasien harus menjadi perhatian utama. Data kesehatan merupakan informasi yang harus dikelola secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Budi juga mengajak peserta menggunakan forum sosialisasi untuk menyampaikan kendala yang ditemui di Puskesmas. Persoalan teknis dalam penerapan Rekam Medis Elektronik (RME), menurutnya, perlu dikenali sejak awal agar dapat dicari penyelesaiannya bersama.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Waryono mengatakan kegiatan tersebut diikuti 70 peserta, terdiri atas jajaran Dinas Kesehatan, kepala Puskesmas, dan petugas rekam medis.
Selain menerima materi, peserta mengikuti simulasi sistem digitalisasi FKTP. Melalui sesi tersebut, petugas berlatih mengelola data, memahami alur pelayanan, dan menerapkan protokol keamanan informasi pasien.
Waryono berharap sosialisasi dan simulasi itu membangun pemahaman yang sama di antara petugas sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masing-masing Puskesmas. Hasilnya akan menjadi dasar untuk menyiapkan tindak lanjut penerapan layanan digital secara terintegrasi.