Dari Tradisi Menuju Prestasi, Barongsai Kini Jadi Cabang Kompetitif di Porprov Jabar 2026
KOTA BEKASI – Barongsai punya wajah yang jauh lebih luas dari sekadar atraksi budaya. Gerakan lincah, lompatan tinggi, hingga permainan kepala singa yang ekspresif kini menjadi bagian dari olahraga prestasi dengan sistem pertandingan dan penilaian yang terukur.
Transformasi barongsai menjadi olahraga kompetitif di Indonesia berkembang melalui Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI). Organisasi yang berdiri pada 2012 tersebut kemudian diterima sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 2013.
Sejak itu, pembinaan atlet dan kompetisi barongsai semakin berkembang. Para atlet dituntut memiliki kemampuan fisik yang lengkap, mulai dari kekuatan tubuh, keseimbangan, kelenturan, hingga koordinasi.
Kerja sama antaratlet menjadi salah satu elemen utama. Dalam satu kostum, dua pemain harus mampu bergerak seirama sehingga setiap gerakan terlihat sebagai satu kesatuan.
Pada nomor tonggak, kemampuan tersebut diuji lebih jauh. Atlet harus melakukan perpindahan dan lompatan di atas pijakan terbatas dengan tetap mempertahankan kestabilan dan akurasi gerak.
Barongsai juga memiliki variasi pertandingan cukup luas. Selain taolu bebas dan tradisional, terdapat kategori kecepatan, halang rintang, serta ketangkasan. Kompetisi turut mencakup naga atau liong dan pekingsai.
Pada Porprov XV Jawa Barat 2026, barongsai menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan di Kota Bekasi. Sebanyak 10 nomor disiapkan dalam ajang tersebut.
Kehadiran barongsai di Porprov memperlihatkan bagaimana tradisi dapat berkembang tanpa kehilangan identitas budayanya. Unsur seni tetap hadir, namun kini berpadu dengan tuntutan fisik, keberanian, teknik dan disiplin yang menjadi karakter olahraga prestasi.

RIPPARKOT 2026–2045 Disusun, Pemkot Yogyakarta Selaraskan Program Pariwisata Lintas Sektor
Bali Tech Week 2026 Perkuat Kolaborasi Pemerintah, Industri, dan Perguruan Tinggi
KPK Pelajari Digitalisasi Pemkot Yogyakarta untuk Pengembangan Pusat Data dan Analitik
AI Perluas Peran Teknologi dalam Pembinaan Atlet dan Analisis Pertandingan
ISS 2026 Catat Perputaran Ekonomi Lebih dari Rp17 Miliar dan Lima Kesepakatan Bisnis
Membaca OTT Bupati Klaten di Media Sosial: Ujian bagi Kepercayaan Publik