Yogyakarta Perkuat Deteksi Dini Influenza A, Puskesmas Diminta Tingkatkan Skrining
KOTA YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap influenza tipe A menyusul peningkatan kasus influenza di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Meski hingga kini belum ada kasus terkonfirmasi di Kota Yogyakarta, puskesmas diminta memperkuat skrining dan deteksi dini terhadap pasien dengan gejala influenza berkepanjangan.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan perhatian khusus perlu diberikan kepada pasien yang mengalami batuk, pilek, maupun demam tinggi dalam waktu relatif lama. Menurut dia, perubahan strain atau varian virus influenza dapat terjadi sehingga pemeriksaan lebih lanjut diperlukan apabila ditemukan gejala yang tidak biasa.
“Saya sudah sampaikan ke Dinas Kesehatan supaya kita waspada di puskesmas-puskesmas ketika ada yang batuk pilek agak lama, demam tinggi terus lebih dari dua minggu,” kata Hasto di Balai Kota Yogyakarta.
Pasien dengan gejala berkepanjangan, lanjutnya, tidak cukup hanya menjalani pemeriksaan biasa. Tenaga kesehatan dapat menindaklanjutinya melalui pengambilan sampel atau swab untuk kemudian diperiksa di laboratorium.
Pemkot Yogyakarta juga memperkuat sistem rujukan dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pemeriksaan PCR tersedia di sejumlah rumah sakit besar di Kota Yogyakarta, termasuk fasilitas pendukung untuk transportasi sampel medis.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu mengatakan saat ini terdapat sekitar delapan sampel yang masih diperiksa karena diduga berkaitan dengan influenza tipe A. Hingga Kamis (24/9/2026), belum ada kasus yang dinyatakan terkonfirmasi.
Endang menjelaskan gejala influenza A antara lain demam tinggi mendadak, menggigil, nyeri otot dan sendi, sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, pilek, serta hidung tersumbat.
Masyarakat yang mengalami gejala tersebut dianjurkan segera mendatangi fasilitas kesehatan, terutama apabila kondisi tidak membaik.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk kembali menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat mengalami gejala, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, serta mengurangi risiko penularan kepada orang lain.
Pemkot menegaskan peningkatan kewaspadaan tersebut merupakan langkah antisipatif sehingga masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.

RIPPARKOT 2026–2045 Disusun, Pemkot Yogyakarta Selaraskan Program Pariwisata Lintas Sektor
Bali Tech Week 2026 Perkuat Kolaborasi Pemerintah, Industri, dan Perguruan Tinggi
KPK Pelajari Digitalisasi Pemkot Yogyakarta untuk Pengembangan Pusat Data dan Analitik
AI Perluas Peran Teknologi dalam Pembinaan Atlet dan Analisis Pertandingan
ISS 2026 Catat Perputaran Ekonomi Lebih dari Rp17 Miliar dan Lima Kesepakatan Bisnis
Membaca OTT Bupati Klaten di Media Sosial: Ujian bagi Kepercayaan Publik