SIPA 2026 Perkuat Surakarta sebagai Kota Seni Pertunjukan Dunia
SURAKARTA – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 menjadi ruang pertemuan beragam ekspresi seni dan budaya dari Indonesia serta sejumlah negara. Festival seni pertunjukan internasional tersebut berlangsung di Pamedan Pura Mangkunegaran hingga 12 September 2026.
Mengusung tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries, SIPA 2026 menghadirkan sejumlah kelompok seni, antara lain Arak Candrakirana, Ekosdance Company, Sikambang Manih, serta delegasi dari Selandia Baru, Korea Selatan, dan Taiwan. Keberagaman peserta memperkuat karakter SIPA sebagai festival yang menghubungkan seniman, komunitas, dan masyarakat lintas budaya.
Selain pertunjukan utama, rangkaian SIPA 2026 juga dilengkapi SIPA Showcase Stage dan SIPA Urban Market. Dua program tersebut memperluas ruang partisipasi sekaligus mempertemukan seni pertunjukan dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta industri kreatif.
Astrid Widayani menilai penyelenggaraan SIPA turut memperkuat ekosistem seni pertunjukan dan memperkokoh posisi Surakarta sebagai kota seni serta destinasi wisata budaya. Festival berskala internasional itu juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi berbagai sektor di daerah.
“Kehadiran ribuan penonton juga memberikan manfaat bagi pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, perhotelan, dan berbagai sektor lainnya,” kata Astrid.
Ia berharap SIPA terus menyediakan ruang bagi seniman muda Indonesia untuk bereksplorasi, berinovasi, dan menghasilkan karya yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Seni, menurut dia, juga dapat menjadi medium untuk memahami perbedaan dan membangun hubungan antarmasyarakat.
“Di tengah dunia yang terus berubah, kita membutuhkan ruang untuk bertemu, memahami perbedaan, dan membangun persahabatan. SIPA adalah salah satu ruang tersebut,” ujarnya.
Pembukaan SIPA 2026 ditandai dengan pemukulan kenong oleh Astrid bersama sejumlah tamu undangan. Acara tersebut dihadiri Direktur SIPA Dr. R. Ayu Irawati Kusumorasri, M.Sn., Kepala Biro Umum dan Hukum Kementerian Pariwisata RI Antonio Wasono Imam Prakoso, Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, serta GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura.
Astrid turut menyampaikan apresiasi kepada SIPA Community, Pura Mangkunegaran, para seniman, komunitas, relawan, pelaku ekonomi kreatif, dan seluruh pihak yang mendukung festival. Kehadiran SIPA diharapkan terus menguatkan Surakarta sebagai pusat seni pertunjukan sekaligus menggerakkan pariwisata dan perekonomian daerah.

RIPPARKOT 2026–2045 Disusun, Pemkot Yogyakarta Selaraskan Program Pariwisata Lintas Sektor
Bali Tech Week 2026 Perkuat Kolaborasi Pemerintah, Industri, dan Perguruan Tinggi
KPK Pelajari Digitalisasi Pemkot Yogyakarta untuk Pengembangan Pusat Data dan Analitik
AI Perluas Peran Teknologi dalam Pembinaan Atlet dan Analisis Pertandingan
ISS 2026 Catat Perputaran Ekonomi Lebih dari Rp17 Miliar dan Lima Kesepakatan Bisnis
Membaca OTT Bupati Klaten di Media Sosial: Ujian bagi Kepercayaan Publik