Solo 2030 Wellness City Jadi Arah Pembangunan Kota Sehat dan Ramah Investasi
SURAKARTA – Wali Kota Surakarta Respati Ardi memaparkan visi Solo 2030 Wellness City sebagai arah pembangunan Kota Solo menuju daerah yang sehat, nyaman, produktif, dan memiliki daya saing investasi tinggi. Visi tersebut disampaikan dalam Awarding Night Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 di Pradipa Ballroom Swiss-Belhotel Solo, Kamis (6/8/2026).
Respati menegaskan pembangunan kota tidak dapat sepenuhnya dijalankan pemerintah sendiri. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat diperlukan agar setiap program pembangunan dapat memberi manfaat luas sekaligus berkelanjutan.
“Pembangunan kota saat ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi seluruh pihak agar setiap program mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Forum seperti ISRA menjadi wadah yang sangat baik untuk memperkuat sinergi tersebut,” kata Respati.
Dalam paparannya, ia menyampaikan Pemerintah Kota Surakarta telah menangani sejumlah persoalan mendasar sebagai fondasi menuju Solo 2030 Wellness City. Langkah itu mencakup penanganan sampah, transformasi pendidikan negeri, penguatan layanan kesehatan mental melalui Posyandu Plus, serta penanganan pengangguran melalui program Rumah Siap Kerja.
Pemerintah Kota Surakarta juga menyiapkan strategi penguatan ekonomi daerah melalui dua pendekatan. Sebanyak 80 persen arah pembangunan ditujukan untuk memperkuat ekonomi masyarakat, antara lain melalui festival UMKM, pengembangan pasar rakyat, hiburan publik, dan optimalisasi ruang publik yang mendorong aktivitas ekonomi lokal.
Sementara itu, 20 persen strategi pembangunan diarahkan untuk meningkatkan nilai belanja wisatawan serta menarik investasi melalui penyediaan layanan premium. Pengembangan fasilitas kesehatan, pusat kebugaran, spa dan wellness, hingga healthy food premium menjadi bagian dari ekosistem yang disiapkan dalam konsep Solo 2030 Wellness City.
Menurut Respati, konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan. Pemerintah ingin membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup warga.
Menutup paparannya, Respati memperkenalkan slogan “SOLO BERSERI”, akronim dari Bersih, Sehat, Ramah Investasi. Slogan itu menjadi komitmen Pemkot Surakarta untuk menghadirkan kota yang layak huni, sehat bagi masyarakat, serta kondusif bagi pertumbuhan investasi.

Karang Taruna Kota Yogyakarta Dikukuhkan, Siap Perkuat Peran Pemuda
Kemantren Kraton Raih Juara Festival Babad Siti Kemantren #4
Bima Arya Dorong Pemda Hadirkan Event Kreatif, Efisien, dan Berdampak
Kota Yogyakarta Peringkat Pertama Nasional SPM Pendidikan 2026
Pemerintah Larang Kuota Internet Hangus, Hak Pelanggan Wajib Dilindungi
DPRD Surakarta Usulkan Raperda Pelarangan Vape Masuk Propemperda 2027