Gebyar UMKM Semaki Perdana Digelar di Mandala Krida, Pemkot Yogyakarta Dorong Promosi di Pusat Keramaian
YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat upaya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menghadirkan ruang promosi yang lebih strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan kegiatan UMKM di lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga, bukan hanya di lingkungan kelurahan maupun kemantren.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Gebyar UMKM Kelurahan Semaki yang untuk pertama kalinya digelar di kawasan Mandala Krida, Minggu (12/7). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan.
Wawan menilai penyelenggaraan bazar UMKM di kawasan dengan tingkat kunjungan tinggi merupakan strategi yang efektif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen. Menurutnya, konsep tersebut perlu terus dikembangkan dengan penataan yang lebih baik agar aktivitas perdagangan berjalan selaras dengan fungsi kawasan sebagai ruang olahraga masyarakat.
Ia menjelaskan, keberhasilan kegiatan UMKM tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang terlibat, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha memahami kebutuhan pasar. Karena mayoritas pengunjung Mandala Krida datang untuk berolahraga, produk yang ditawarkan sebaiknya disesuaikan dengan karakter pengunjung, seperti makanan sehat, minuman segar, maupun perlengkapan olahraga.
Selain aspek pemasaran, Wawan juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mengingat Gebyar UMKM berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, seluruh peserta diminta memastikan kawasan Mandala Krida kembali bersih setelah kegiatan berakhir agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Ia berharap konsep promosi UMKM di pusat keramaian dapat diterapkan di berbagai wilayah Kota Yogyakarta. Menurutnya, setiap kelurahan memiliki potensi produk unggulan yang layak dipromosikan di lokasi dengan mobilitas masyarakat tinggi sehingga peluang penjualan menjadi lebih besar.
Sementara itu, salah seorang pelaku UMKM, Anto atau Tompi, mengaku memperoleh hasil penjualan yang menggembirakan pada pelaksanaan perdana Gebyar UMKM. Penjual Soto Batok asal Semaki tersebut mengatakan sekitar 80 persen dari 100 porsi yang disiapkan berhasil terjual selama kegiatan berlangsung.
Tompi berharap Gebyar UMKM dapat menjadi agenda rutin setiap Minggu di kawasan Mandala Krida. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membuka peluang peningkatan penjualan, tetapi juga menjadi sarana promosi bersama bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kota Yogyakarta.

Karang Taruna Kota Yogyakarta Dikukuhkan, Siap Perkuat Peran Pemuda
Kemantren Kraton Raih Juara Festival Babad Siti Kemantren #4
Bima Arya Dorong Pemda Hadirkan Event Kreatif, Efisien, dan Berdampak
Kota Yogyakarta Peringkat Pertama Nasional SPM Pendidikan 2026
Pemerintah Larang Kuota Internet Hangus, Hak Pelanggan Wajib Dilindungi
DPRD Surakarta Usulkan Raperda Pelarangan Vape Masuk Propemperda 2027