Damkarmat Yogyakarta Pastikan Layanan Darurat Tetap Optimal, Seleksi Hanya untuk Laporan Non-Emergensi
YOGYAKARTA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta menegaskan bahwa seluruh layanan kegawatdaruratan tetap menjadi prioritas utama dan tidak mengalami pengurangan maupun pembatasan. Penyesuaian yang dilakukan hanya berlaku pada sejumlah laporan non-emergensi yang tidak berkaitan dengan keselamatan jiwa.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta, Taokhid, menjelaskan hal tersebut dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan berbagai tanggapan yang berkembang di media sosial terkait isu filterisasi atau pembatasan layanan Damkarmat.
“Untuk layanan yang sifatnya emergensi, baik kebakaran maupun non-kebakaran yang berkaitan dengan keselamatan jiwa, tidak ada pengurangan, tidak ada pembatasan, dan tidak ada penolakan. Kami tetap siap siaga 24 jam,” ujar Taokhid.
Menurutnya, tugas utama Damkarmat meliputi penanganan kebakaran, evakuasi, dan penyelamatan yang berhubungan dengan keselamatan manusia maupun hewan. Layanan tersebut mencakup penanganan kebakaran, evakuasi ular, biawak, sarang tawon yang membahayakan, hingga penyelamatan hewan yang berada dalam kondisi darurat.
Namun, dalam praktiknya, Damkarmat kerap menerima laporan yang berada di luar tugas pokok dan fungsi instansi. Beberapa laporan bahkan berkaitan dengan persoalan rumah tangga atau kebutuhan yang sebenarnya dapat diselesaikan secara mandiri oleh masyarakat.
Taokhid menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak laporan masyarakat, melainkan memberikan edukasi dan pemahaman terkait jenis layanan yang menjadi kewenangan Damkarmat. Langkah tersebut juga dilakukan sebagai bentuk efisiensi operasional di tengah meningkatnya biaya bahan bakar dan pemeliharaan armada.
Ia mengungkapkan, kenaikan harga BBM jenis Pertamina Dex sempat berdampak signifikan terhadap anggaran operasional. Berdasarkan perhitungan awal, anggaran BBM dalam APBD murni diperkirakan hanya mencukupi hingga akhir Agustus atau awal September apabila menggunakan asumsi harga saat itu.
Untuk menjaga keberlanjutan layanan hingga akhir tahun, Damkarmat mengajukan tambahan anggaran melalui perubahan APBD serta melakukan prioritas ulang terhadap sejumlah pos belanja, termasuk pemeliharaan kendaraan dan peralatan. Saat ini, Damkarmat Kota Yogyakarta mengoperasikan delapan unit mobil pemadam kebakaran dan dua kendaraan khusus evakuasi serta penyelamatan, yang sebagian besar telah berusia lebih dari satu dekade.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasional Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Damkarmat Kota Yogyakarta, Mahargyo, memastikan setiap laporan masyarakat tetap mendapat respons dan tindak lanjut yang jelas. Menurutnya, petugas akan memberikan edukasi apabila laporan yang masuk tidak termasuk kategori darurat yang memerlukan penanganan segera.
Damkarmat Kota Yogyakarta juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan cepat, profesional, dan responsif bagi masyarakat, terutama dalam situasi yang mengancam keselamatan jiwa.

Pemkot Yogyakarta Gandeng IAI DIY Wujudkan Program Satu Kampung Satu Arsitek
Hasto Ajak Ratusan Mahasiswa Bersihkan Sungai Code, Perkuat Gerakan Lingkungan Berbasis KKN
Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Pengawasan Perizinan untuk Perkuat Kepastian Berusaha
Hasto Wardoyo Dorong Perluasan Air Perpipaan, Perkuat Kualitas SDM Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta Perkuat Fasilitas Pesepeda, Hasto Wardoyo Dorong Kolaborasi dengan Komunitas
Merti Kampung Celeban Hidupkan Tradisi Budaya, Warga Lestarikan Bregada dan Jemparingan