Industri Olahraga Nasional Diperkuat, Porprov XV Jabar 2026 Jadi Contoh Potensi Ekonomi Daerah
JAKARTA – Pemerintah mulai memperkuat arah pengembangan industri olahraga nasional melalui penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga. Langkah tersebut diharapkan menjadi landasan agar penyelenggaraan event olahraga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi daerah.
Kick-off penyusunan desain besar itu dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir di Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026). Kegiatan dirangkai dengan peluncuran buku Dampak MotoGP Mandalika serta gelar wicara mengenai pengembangan ekosistem industri olahraga dan sport tourism.
Erick menegaskan, pembangunan industri olahraga membutuhkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Kemenpora juga terus membangun sinergi dengan Kementerian Pariwisata dalam mengembangkan wisata olahraga sebagai bagian dari sumber pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, keberhasilan sebuah event tidak cukup diukur dari sisi penyelenggaraan dan prestasi semata. Dampaknya terhadap masyarakat serta perekonomian daerah juga harus menjadi perhatian.
“Jangan juga sebuah event ini hanya melambung sendiri tetapi tanpa memayungi seluruh kegiatan masyarakat daerah,” ujar Erick.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah MotoGP Mandalika. Event balap internasional tersebut disebut telah memberikan dampak ekonomi hampir Rp5 triliun melalui pergerakan sektor pariwisata, akomodasi, transportasi, kuliner dan aktivitas usaha lainnya.
Konsep pengembangan serupa juga relevan dengan penyelenggaraan event olahraga daerah seperti Porprov XV Jawa Barat 2026.
Porprov dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026 dan akan melibatkan atlet serta ofisial dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Mobilitas peserta dan pendukung berpotensi memberikan efek ekonomi bagi daerah penyelenggara.
Selain menjadi ajang pembinaan dan kompetisi atlet, Porprov juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari promosi daerah, penguatan UMKM serta pengembangan sport tourism.
Penyusunan desain besar industri olahraga diharapkan semakin memperkuat posisi event olahraga sebagai instrumen pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

RIPPARKOT 2026–2045 Disusun, Pemkot Yogyakarta Selaraskan Program Pariwisata Lintas Sektor
Bali Tech Week 2026 Perkuat Kolaborasi Pemerintah, Industri, dan Perguruan Tinggi
KPK Pelajari Digitalisasi Pemkot Yogyakarta untuk Pengembangan Pusat Data dan Analitik
AI Perluas Peran Teknologi dalam Pembinaan Atlet dan Analisis Pertandingan
ISS 2026 Catat Perputaran Ekonomi Lebih dari Rp17 Miliar dan Lima Kesepakatan Bisnis
Membaca OTT Bupati Klaten di Media Sosial: Ujian bagi Kepercayaan Publik