PKBM Reksonegaran Beri Penghargaan kepada Wawali Yogyakarta, Apresiasi Dukungan Pendidikan Kesetaraan
KOTA YOGYAKARTA – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Reksonegaran memberikan penghargaan kepada Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan dalam Reksonegaran Award 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Yogyakarta terhadap pengembangan pendidikan kesetaraan.
Penghargaan diserahkan Ketua PKBM Reksonegaran Sudarmaji kepada Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori yang mewakili Wakil Wali Kota, di Ingkung Grobog, Rabu (26/8/2026).
Sudarmaji mengatakan, dukungan pemerintah memiliki peran penting bagi keberlangsungan lembaga pendidikan nonformal dalam memberikan akses belajar kepada masyarakat yang belum dapat menempuh atau menyelesaikan pendidikan melalui jalur formal.
“Penghargaan ini adalah apresiasi dari kami atas kontribusi pemerintah terhadap PKBM Reksonegaran,” kata Sudarmaji.
Menurutnya, PKBM Reksonegaran tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik. Peserta didik juga dibekali berbagai kemampuan praktis melalui kegiatan keterampilan, public speaking, hingga pembelajaran musik.
PKBM Reksonegaran menyediakan program pendidikan kesetaraan Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pendidikan yang inklusif sekaligus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan peserta didik menghadapi dunia kerja maupun kehidupan sosial.
Sementara itu, Budi Santosa Asrori menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Wakil Wali Kota Yogyakarta. Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat.
“Kami berharap PKBM Reksonegaran selalu siap memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di bidang pendidikan, kebudayaan, dan terutama juga kesejahteraan sosial di Yogyakarta,” ujarnya.
Budi menilai PKBM memiliki posisi strategis dalam memperluas akses pendidikan, terutama bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan memperoleh layanan pendidikan formal.
Keberadaan pendidikan kesetaraan, menurutnya, juga tidak sebatas memberikan ijazah atau pencapaian akademik. Proses pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kemandirian, kemampuan, serta membuka kesempatan masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, penguatan kolaborasi dinilai penting agar kesempatan memperoleh pendidikan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Karang Taruna Kota Yogyakarta Dikukuhkan, Siap Perkuat Peran Pemuda
Kemantren Kraton Raih Juara Festival Babad Siti Kemantren #4
Bima Arya Dorong Pemda Hadirkan Event Kreatif, Efisien, dan Berdampak
Kota Yogyakarta Peringkat Pertama Nasional SPM Pendidikan 2026
Pemerintah Larang Kuota Internet Hangus, Hak Pelanggan Wajib Dilindungi
DPRD Surakarta Usulkan Raperda Pelarangan Vape Masuk Propemperda 2027