Ribuan Puisi Warnai Festival Sastra Yogyakarta 2026 Bertema “Laku”
UMBULHARJO – Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 resmi digelar di Taman Budaya Embung Giwangan pada 23–30 Agustus 2026. Festival yang diselenggarakan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan tersebut menghadirkan beragam kegiatan sastra dan humaniora yang dapat diikuti masyarakat secara gratis.
Mengusung tema “Laku”, FSY tahun ini melibatkan sekitar 100 pembicara dan pengisi acara dalam 36 sesi. Sebanyak 12 komunitas turut berpartisipasi selama delapan hari penyelenggaraan festival.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, mengatakan tema “Laku” menegaskan bahwa kebudayaan dan sastra akan tetap hidup ketika terus dijalankan, dibaca, ditulis, didialogkan, serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, FSY membuka ruang perjumpaan antara penulis dan pembaca, penerbit, komunitas, akademisi, budayawan, serta masyarakat. Festival tersebut lahir dari kerja bersama berbagai lembaga dan komunitas yang bergerak dalam ekosistem sastra dan kebudayaan.
Antusiasme masyarakat antara lain terlihat dari Sayembara Puisi Nasional FSY 2026. Sebanyak 1.687 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengirimkan total 4.136 karya puisi.
“Ketika ribuan orang memilih mengirimkan puisinya, kita mendapat satu kabar baik, kata-kata masih dipercaya untuk menyampaikan perasaan, pikiran, kegelisahan, dan harapan manusia,” kata Yetti saat pembukaan FSY, Minggu (23/8/2026).
Rangkaian FSY 2026 meliputi Pasar Buku Sastra, diskusi, pameran, lokakarya penulisan, poetry jam, panggung terbuka sastra, seminar, orasi budaya, dan berbagai pertunjukan. Tahun ini, penyelenggara juga memperkenalkan sastra koding sebagai salah satu bentuk pengembangan karya sastra.
Kurator FSY 2026, Paksi Raras Alit, menyebut festival tersebut dirancang sebagai ruang perjumpaan yang berkembang secara organik. Kurator lainnya, Fairuzul Mumtaz, menegaskan FSY tetap memiliki orientasi utama pada bidang sastra dan humaniora.
Yetti berharap penyelenggaraan festival tidak berhenti ketika seluruh panggung ditutup. Keberhasilan FSY, menurutnya, dapat dilihat dari lahirnya pembaca baru, semakin kreatifnya para penulis, dan terbukanya ruang baru bagi komunitas sastra.

RIPPARKOT 2026–2045 Disusun, Pemkot Yogyakarta Selaraskan Program Pariwisata Lintas Sektor
Bali Tech Week 2026 Perkuat Kolaborasi Pemerintah, Industri, dan Perguruan Tinggi
KPK Pelajari Digitalisasi Pemkot Yogyakarta untuk Pengembangan Pusat Data dan Analitik
AI Perluas Peran Teknologi dalam Pembinaan Atlet dan Analisis Pertandingan
ISS 2026 Catat Perputaran Ekonomi Lebih dari Rp17 Miliar dan Lima Kesepakatan Bisnis
Membaca OTT Bupati Klaten di Media Sosial: Ujian bagi Kepercayaan Publik