Yogyakarta Siapkan Langkah Baru Kembangkan Ekonomi Kreatif, Targetkan Jadi Kota Kreatif Dunia
YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta mulai mematangkan arah pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) melalui penyusunan kajian ekraf 2026. Kajian tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam memperkuat ekosistem kreatif sekaligus mendukung cita-cita Yogyakarta sebagai kota kreatif berkelas dunia.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, menyampaikan Yogyakarta memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Mulai dari kekayaan budaya, komunitas yang aktif, pelaku seni dan budaya, perguruan tinggi, hingga berbagai festival yang tumbuh di tengah masyarakat.
Menurut Kadri, tantangan yang dihadapi saat ini bukan lagi soal menciptakan kreativitas, melainkan mengelolanya menjadi sistem yang terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
“Kajian ini menjadi dasar dalam merumuskan arah pengembangan ekonomi kreatif Kota Yogyakarta ke depan,” ujarnya dalam Forum Group Discussion (FGD) laporan hasil kajian pengembangan ekonomi kreatif, Kamis (4/6/2026).
Kajian tersebut juga memuat strategi penguatan branding Yogyakarta sebagai City of Festival serta rekomendasi penguatan ekosistem ekonomi kreatif. Selain itu, disusun pula roadmap yang dapat menjadi acuan bersama dalam pembangunan sektor kreatif di Kota Gudeg.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menegaskan bahwa sumber daya manusia merupakan kekuatan utama Yogyakarta. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan agar pengembangan ekonomi kreatif tidak berhenti pada tataran konsep.
“Yang penting sekarang adalah bagaimana hasil kajian ini diterjemahkan menjadi aksi nyata dan program yang bisa dijalankan bersama,” katanya.
Sementara itu, Tim Kajian Pengembangan Ekraf Greg Wuryanto menyebut Yogyakarta memiliki modal kuat untuk menjadi kota kreatif dunia. Namun sejumlah tantangan masih perlu dibenahi, seperti data pelaku ekonomi kreatif yang belum terintegrasi, city branding yang belum sepenuhnya terhubung dengan subsektor kreatif, hingga masih lemahnya aspek investasi, distribusi, dan monetisasi produk kreatif.
Karena itu, tim kajian merekomendasikan pengesahan roadmap ekonomi kreatif, penguatan city branding, optimalisasi kalender event sebagai instrumen tata kelola kegiatan, pengembangan event unggulan, serta aktivasi kampung-kampung tematik sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi kreatif Kota Yogyakarta.
Dengan langkah tersebut, Pemkot Yogyakarta berharap sektor ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta di jejaring kota kreatif dunia.

RIPPARKOT 2026–2045 Disusun, Pemkot Yogyakarta Selaraskan Program Pariwisata Lintas Sektor
Bali Tech Week 2026 Perkuat Kolaborasi Pemerintah, Industri, dan Perguruan Tinggi
KPK Pelajari Digitalisasi Pemkot Yogyakarta untuk Pengembangan Pusat Data dan Analitik
AI Perluas Peran Teknologi dalam Pembinaan Atlet dan Analisis Pertandingan
ISS 2026 Catat Perputaran Ekonomi Lebih dari Rp17 Miliar dan Lima Kesepakatan Bisnis
Membaca OTT Bupati Klaten di Media Sosial: Ujian bagi Kepercayaan Publik