45 Koperasi Merah Putih di Kota Yogyakarta Diperkuat Lewat Kolaborasi dan Pengembangan Usaha
UMBULHARJO – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) melalui pengembangan unit usaha, peningkatan kapasitas pengurus, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Dari 45 KKMP yang telah terbentuk di seluruh kelurahan, sebanyak 28 koperasi atau sekitar 62 persen telah menjalankan kegiatan usaha dan transaksi ekonomi.
Pengembangan KKMP tersebut mendapat perhatian peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIX Badan Diklat Kejaksaan RI Jakarta saat melakukan visitasi ke Balai Kota Yogyakarta, Rabu (12/8/2026).
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menilai koperasi memiliki posisi strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Karena itu, aktivitas koperasi didorong tidak terbatas pada simpan pinjam, tetapi juga mengembangkan usaha produktif yang memberikan nilai tambah bagi anggota dan masyarakat.
Pemkot Yogyakarta antara lain mendorong pengembangan produk lokal melalui KKMP, seperti batik, air minum, sembako, dan produk UMKM. Salah satu program yang telah berjalan adalah produksi Batik Segoro Amarto yang melibatkan enam KKMP.
Selain itu, Pemkot mengembangkan Warung Milik Rakyat (Wamira) di tingkat kampung. Sebanyak 14 Wamira telah disiapkan pada tahap awal atau masing-masing satu di setiap kemantren. Jumlah tersebut direncanakan bertambah menjadi 45 unit dan pengelolaannya diarahkan menjadi bagian dari KKMP.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto Raharjo menyebut seluruh KKMP telah memiliki legalitas. Pemerintah juga melakukan pendampingan melalui pelatihan, sertifikasi pengurus dan pengawas, serta business mentoring.
Salah satu koperasi yang menunjukkan perkembangan positif adalah KKMP Demangan. Dalam sekitar enam bulan beroperasi, koperasi tersebut mencatat omzet sekitar Rp139 juta, sedangkan jumlah anggota meningkat dari sekitar 20 menjadi 100 orang.
Penanggung Jawab Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XIX Raimel Jesaja mengapresiasi pengembangan ekonomi kerakyatan di Kota Yogyakarta. Pola kolaborasi lintas sektor dalam penguatan koperasi tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi peserta PKN untuk mengembangkan inovasi serupa di daerah masing-masing.

Karang Taruna Kota Yogyakarta Dikukuhkan, Siap Perkuat Peran Pemuda
Kemantren Kraton Raih Juara Festival Babad Siti Kemantren #4
Bima Arya Dorong Pemda Hadirkan Event Kreatif, Efisien, dan Berdampak
Kota Yogyakarta Peringkat Pertama Nasional SPM Pendidikan 2026
Pemerintah Larang Kuota Internet Hangus, Hak Pelanggan Wajib Dilindungi
DPRD Surakarta Usulkan Raperda Pelarangan Vape Masuk Propemperda 2027