Festival Prawirotaman 2026 Dorong Regenerasi Desainer Muda Lewat Evolusi Batik Kontemporer
YOGYAKARTA – Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta kembali menggelar Festival Prawirotaman 2026 dengan mengusung tema “Contemporary Art Batik Evolution”. Ajang kreatif yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di kawasan Jalan Prawirotaman I dan II tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem fesyen lokal sekaligus mendorong regenerasi desainer muda.
Festival Prawirotaman tahun ini berkolaborasi dengan Fashion on The Street (FOS) Prawirotaman dan menghadirkan berbagai karya berbasis batik dari generasi muda Yogyakarta. Kepala Bidang Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Yurnelis Piliang, mengatakan penyelenggaraan festival difokuskan pada pemberian ruang bagi pelajar dan talenta muda untuk menunjukkan kreativitas mereka.
Sebanyak enam SMK dengan jurusan Tata Busana dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Para siswa akan menampilkan karya mulai dari desain busana, tata rias, hingga peragaan busana setelah melalui proses kurasi.
“Seluruh karya yang ditampilkan merupakan hasil kreasi siswa. Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda Kota Yogyakarta untuk menunjukkan kreativitasnya,” ujar Yurnelis dalam jumpa pers di Grand Diamond Hotel Yogyakarta, Rabu (29/7/2026).
Selain melibatkan pelajar, Festival Prawirotaman 2026 juga menggandeng Office of International Affairs (OIA) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menghadirkan mahasiswa asing sebagai model peragaan busana. Langkah tersebut dilakukan untuk menunjukkan bahwa batik merupakan karya budaya yang dapat diterima masyarakat global.
Festival ini juga menghadirkan Pop Market sebagai wadah pemasaran karya siswa SMK dan desainer muda. Dinas Pariwisata mendorong para pelaku usaha kreatif memberikan penawaran menarik agar produk berbasis batik semakin dekat dengan kalangan muda.
Ketua Fashion on The Street (FOS) Prawirotaman, Lia Mustafa, mengatakan Festival Prawirotaman tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-11. Menurutnya, kegiatan tersebut terus berkembang dengan memperluas kolaborasi bersama sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku industri fesyen.
Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan penampilan karya enam SMK dan desainer muda perguruan tinggi pada 21 Agustus. Acara dilanjutkan dengan fashion show yang melibatkan komunitas, tokoh masyarakat, serta organisasi perempuan.
Pada hari berikutnya, festival menampilkan hasil pelatihan membatik yang diikuti 25 pembatik muda berusia di bawah 40 tahun. Karya mereka akan diolah menjadi koleksi busana oleh lima desainer dan diperagakan dalam ajang fashion show bersama desainer tamu dari Malang dan Bandung.
Melalui festival ini, Prawirotaman diharapkan semakin kuat sebagai kawasan kreatif yang mempertemukan budaya, fesyen, dan inovasi generasi muda, sekaligus membuka peluang agar karya lokal Yogyakarta dikenal lebih luas hingga tingkat nasional dan internasional.

Karang Taruna Kota Yogyakarta Dikukuhkan, Siap Perkuat Peran Pemuda
Kemantren Kraton Raih Juara Festival Babad Siti Kemantren #4
Bima Arya Dorong Pemda Hadirkan Event Kreatif, Efisien, dan Berdampak
Kota Yogyakarta Peringkat Pertama Nasional SPM Pendidikan 2026
Pemerintah Larang Kuota Internet Hangus, Hak Pelanggan Wajib Dilindungi
DPRD Surakarta Usulkan Raperda Pelarangan Vape Masuk Propemperda 2027