DIY Mantapkan Langkah Menuju Pusat Neuro-Edukasi Indonesia Lewat July Transformation Series 2026
YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan komitmennya membangun pendidikan yang lebih manusiawi melalui penyelenggaraan July Transformation Series 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya menjadikan Yogyakarta sebagai Pusat Neuro-Edukasi Indonesia yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, kesehatan mental, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Gagasan tersebut mengemuka dalam simposium bertajuk “Dari Yogyakarta ke Dunia, dan Kembali untuk Memanusiakan Pendidikan” yang berlangsung di Gedung Militaire Societeit, Taman Budaya Yogyakarta, pada 3-4 Juli 2026.
Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Kurniawan, mengatakan forum ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya masalah kesehatan mental, keterputusan emosional, hingga kelelahan psikologis yang dialami generasi muda. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga harus menghadirkan ruang yang aman dan mendukung perkembangan manusia secara utuh.
“Forum ini hadir sebagai solusi dengan mengintegrasikan neurosains, psikologi, dan refleksi filosofis untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan,” ujar Kurniawan.
Gerakan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemda DIY dan Yayasan Rewiring Hope Indonesia by The Excellent Study, dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Paniradya Kaistimewan DIY, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, DP3AP2 DIY, hingga komunitas pendidikan dan kesehatan mental.
Program ini juga memperoleh dukungan internasional melalui hibah dari IBRO Brain Awareness Week 2026 dan Dana Foundation. Dukungan tersebut menjadi pengakuan atas relevansi global pengembangan pendidikan berbasis kesehatan mental dan neurosains yang diinisiasi di Yogyakarta.
Ketua Panitia July Transformation Series 2026, Anastasia Ajeng Wulan Tantri, menegaskan bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah proses memuliakan martabat manusia. Ia menilai setiap anak berhak belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas diskriminasi agar dapat berkembang secara optimal.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan menghadirkan Brain Awareness Week 2026 yang diikuti 150 anak dan remaja serta seminar Teaching the Healing Brain yang melibatkan sekitar 250 pendidik, akademisi, psikolog, orang tua, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah.
Ethics & Humanitarian Advisor Rewiring Hope, Lies Budyana, menilai masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas kesehatan mental dan karakter generasi mudanya. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat membangun lingkungan yang menumbuhkan empati, penghargaan, dan pola pikir positif.
Melalui July Transformation Series 2026, DIY kembali menegaskan perannya sebagai ruang lahirnya berbagai gagasan kemajuan, sekaligus membangun fondasi pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan otak, tetapi juga merawat jiwa menuju terwujudnya Pusat Neuro-Edukasi Indonesia.

Pemkot Yogyakarta Gandeng IAI DIY Wujudkan Program Satu Kampung Satu Arsitek
Hasto Ajak Ratusan Mahasiswa Bersihkan Sungai Code, Perkuat Gerakan Lingkungan Berbasis KKN
Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Pengawasan Perizinan untuk Perkuat Kepastian Berusaha
Hasto Wardoyo Dorong Perluasan Air Perpipaan, Perkuat Kualitas SDM Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta Perkuat Fasilitas Pesepeda, Hasto Wardoyo Dorong Kolaborasi dengan Komunitas
Merti Kampung Celeban Hidupkan Tradisi Budaya, Warga Lestarikan Bregada dan Jemparingan