JIKF 2026 Usung Tema ‘Melayang Bersama Keluarga’, Libatkan Delegasi dari 17 Negara
YOGYAKARTA – Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 mengusung tema “Melayang Bersama Keluarga” dengan menghadirkan berbagai program edukatif dan partisipasi delegasi dari 17 negara. Festival ini diharapkan menjadi wadah pertukaran budaya sekaligus mempererat hubungan keluarga melalui permainan tradisional layang-layang.
Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan tema tersebut dipilih karena pelaksanaan festival berdekatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
“Melalui tema ini, kami berharap hubungan dalam keluarga semakin erat dengan bermain layang-layang bersama di kegiatan ini,” ujar Anang dalam konferensi pers JIKF 2026 di Yogyakarta, Rabu (2/7/2026).
Menurutnya, JIKF tidak hanya dirancang sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan kreativitas bagi generasi muda.
“Kami ingin JIKF menjadi media pembelajaran, kreativitas, dan pengalaman budaya yang mampu membentuk generasi muda yang berkualitas,” katanya.
Sebagai bagian dari penguatan aspek edukasi, penyelenggara menghadirkan Seminar dan Workshop Kite Aerial Photography pada 7-9 Juli 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan teknik fotografi udara menggunakan layang-layang kepada pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum, dengan sesi utama dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli.
Selain itu, JIKF 2026 juga meluncurkan program baru bertajuk Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia (OLLANESIA). Kompetisi ini ditujukan bagi peserta mulai tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama melalui kategori mewarnai, melukis, dan merakit layang-layang.
Festival tahun ini juga menghadirkan ekshibisi internasional yang diikuti delegasi dari 17 negara sebagai upaya memperluas jejaring global melalui budaya layang-layang.
Ketua Umum Komunitas Angkasa Satu RDA, Yuristianto, mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi dan menghadirkan inovasi agar JIKF memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami ingin festival ini tidak hanya dikenal sebagai pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi ruang edukasi, kolaborasi, dan internasionalisasi budaya Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Antarikso Trisno Wibowo, menilai kehadiran delegasi internasional menjadi momentum penting untuk memperkuat pertukaran budaya sekaligus memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat dunia.
“Kehadiran 17 negara menjadi peluang besar untuk memperkuat pertukaran budaya sekaligus memperluas dampak ekonomi kreatif dan pariwisata daerah,” katanya.
Peserta internasional asal Lithuania, Saul Varškeviit, juga berharap JIKF terus menjadi ruang pertemuan masyarakat lintas negara melalui budaya layang-layang.
“Teruslah saling menjaga dan terus menerbangkan layang-layang. Saya berharap semakin banyak orang dapat berpartisipasi dan mengunjungi Jogja International Kite Festival di masa mendatang,” ujarnya.
Jogja International Kite Festival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11-12 Juli 2026 di kawasan Parangkusumo, Yogyakarta. Rangkaian kegiatan pendukung telah dimulai sejak awal Juli, meliputi lokakarya, kunjungan budaya, hingga aktivitas wisata bagi para delegasi internasional.

Pemkot Yogyakarta Gandeng IAI DIY Wujudkan Program Satu Kampung Satu Arsitek
Hasto Ajak Ratusan Mahasiswa Bersihkan Sungai Code, Perkuat Gerakan Lingkungan Berbasis KKN
Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Pengawasan Perizinan untuk Perkuat Kepastian Berusaha
Hasto Wardoyo Dorong Perluasan Air Perpipaan, Perkuat Kualitas SDM Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta Perkuat Fasilitas Pesepeda, Hasto Wardoyo Dorong Kolaborasi dengan Komunitas
Merti Kampung Celeban Hidupkan Tradisi Budaya, Warga Lestarikan Bregada dan Jemparingan