Yogyakarta Perkuat Peran Ayah Lewat Dialog Lintas Generasi untuk Bangun Keluarga Berkualitas
WARTA ISTIMEWA – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar kegiatan NGOPI (Ngobrol Perkara GATI/Gerakan Ayah Teladan Indonesia) Lintas Generasi di Grha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dengan menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan tiga generasi untuk membahas penguatan peran keluarga dalam mencetak generasi berkualitas.
Forum ini melibatkan unsur pemerintah, tokoh masyarakat, remaja Generasi Berencana (GenRe), hingga para orang tua untuk membahas berbagai strategi memperkuat ketahanan keluarga dari lingkungan terdekat. Dialog lintas generasi tersebut menjadi wadah bertukar pandangan mengenai tantangan pengasuhan anak di tengah perkembangan teknologi digital.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menekankan bahwa tanggung jawab orang tua terhadap anak tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi. Menurutnya, kehadiran ayah secara langsung dalam kehidupan sehari-hari memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kesehatan mental, dan perkembangan emosional anak.
Ia menjelaskan, tantangan terbesar keluarga saat ini adalah meningkatnya pengaruh gawai yang berpotensi mengurangi intensitas interaksi antara orang tua dan anak. Karena itu, orang tua didorong untuk tidak menyerahkan sepenuhnya proses pengasuhan kepada teknologi. Peran sekolah dinilai lebih berfokus pada transfer pengetahuan, sedangkan pembentukan nilai, moral, serta karakter anak tetap menjadi tanggung jawab utama keluarga.
Wihaji juga menilai Kota Yogyakarta telah menunjukkan komitmen dalam mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), salah satunya melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar). Menurutnya, berbagai indikator pembangunan keluarga di Kota Yogyakarta, seperti angka harapan hidup dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menjadi bukti keberhasilan daerah tersebut dalam memperkuat kualitas keluarga.
Selain itu, para ayah diharapkan terus berperan aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak sebagai investasi bagi kualitas generasi penerus bangsa. Edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental anak dan penguatan karakter keluarga juga dinilai perlu terus digencarkan.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi atas penunjukan Kota Yogyakarta sebagai salah satu contoh pelaksanaan kampanye GATI. Pemerintah Kota Yogyakarta, menurutnya, berkomitmen mendukung penguatan peran ayah dalam keluarga sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Hasto menilai kehadiran ayah yang aktif dalam kehidupan anak dapat membantu menekan berbagai persoalan sosial, mulai dari kenakalan remaja, pernikahan usia dini akibat kehamilan yang tidak direncanakan, hingga mendukung percepatan penurunan angka stunting dari tingkat keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap kolaborasi lintas generasi semakin kuat sehingga keluarga dapat menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan berkarakter. Dialog terbuka seperti NGOPI juga diharapkan mampu mempererat komunikasi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.

RIPPARKOT 2026–2045 Disusun, Pemkot Yogyakarta Selaraskan Program Pariwisata Lintas Sektor
Bali Tech Week 2026 Perkuat Kolaborasi Pemerintah, Industri, dan Perguruan Tinggi
KPK Pelajari Digitalisasi Pemkot Yogyakarta untuk Pengembangan Pusat Data dan Analitik
AI Perluas Peran Teknologi dalam Pembinaan Atlet dan Analisis Pertandingan
ISS 2026 Catat Perputaran Ekonomi Lebih dari Rp17 Miliar dan Lima Kesepakatan Bisnis
Membaca OTT Bupati Klaten di Media Sosial: Ujian bagi Kepercayaan Publik